Jenis-Jenis Pinjaman Karyawan – Terkadang rencana keuangan yang telah disusun dengan rapi dan rinci,dapat berubah secara tiba-tiba karena satu dan lain hal yang sulit diprediksi.Nah jika Anda seorang penguasaha dan memiliki karyawan,sebagai pemberi kerja, Anda pastinya kewajiban dalam memberikan jaminan sosial dalam bentuk yang telah disepakati. Bentuk jaminan yang bisa diberikan ketika dibutuhkan adalah pinjaman karyawan yang termasuk dalam jenis-jenis piutang.

 

Pengertian dari pinjaman karyawan sendiri adalah pemberian kredit oleh pemilik usaha kepada karyawannya yang pelunasannya  sesuai perjanjian yang telah disepakati.Sedangkan jenis-jenis  pinjaman karyawan seperti di bawah ini.

 

  1. Kasbon

Kasbon yaitu pinjaman yang sering dipakai karyawan karena terbilang simple. Karyawan dapat mengajukan kasbon dengan maksimal nominal yang ditentukan oleh perusahaan. Tetapi biasanya besaran ini berdasarkan besaran gaji bulanan yaitu tidak melebihi dari sepertiga atau setengahnya.Dalam sistem pembayarannya sendiri yaitu dengan potongan gaji tiap bulannya. Artinya, jika kasbon yang diminta besar, maka potongan gajipun akan besar pula.

 

  1. Kredit Lunak

Jenis pinjaman ini yaitu sistem berjangka tanpa pemberlakuan bunga,tetapi jikalaupun ada persentasenya terbilang sangat kecil.Fasilitas kredit

lunak biasanya hanya diberikan untuk karyawan yang sudah lama bekerja di perusahaan tersebut.

 

 

Dalam rangka membantu karyawan melalui pinjaman, perusahaan juga harus memperhatikan beberapa hal penting dibawah ini sebelum memberikan pinjaman.

 

  1. Kondisi Keuangan Perusahaan.

Pemberian pinjaman perusahaan harus juga melihat kondisi keuangannya.Jangan sampai perusahaan memberikan pinjaman untuk karyawan tetapi kedepannya malah membuat keuangan perusahaan menjadi tidak sehat.Selalu perhatikan kondisi keuangan perusahaan sebelum pemberian pinjaman.

 

  1. Track Record Karyawan.

Walaupun karyawan memiliki hak yang sama untuk mengakses pinjaman yang disediakan tetapi perusahaan tetap harus melihat rekam jejak karyawan dalam bekerja di perusahaan.Karyawan yang pernah bermasalah dengan pinjaman jangan sampai dengan mudah mendapatkan pinjaman kembali tanpa dengan ketentuan tambahan atas konsekuensi masalah yang dibuatnya dahulu.

 

  1. Tata Cara Peninjauan dan Persetujuan

Tata cara yang dilakukan harus memiliki tahapan yang berlaku secara umum.Ini bertujuan agar memudahkan karyawan dalam melakukan

pengajuan pinjaman, serta memudahkan perusahaan dalam meninjau dan memberikan respon atas pengajuan pinjaman yang dilakukan karyawan.Selanjutnya pengelolaan data yang memiliki peran besar, yang mana data yang digunakan dapat dijadikan acuan utama untuk menjalankan prosedur.

 

Syarat Pinjaman Karyawan

 

Sebenarnya syarat itu tergantung dari kebijakan perusahaan.Tetapi biasanya terdapat beberapa syarat yang digunakan perusahaan untuk memberikan fasilitas ini pada karyawannya.

 

  1. Karyawan Perusahaan.

Syarat utamanya yaitu karyawan yang

mengajukan pinjaman adalah karyawan dari perusahaan itu sendiri.Pastinya,perusahaan bertanggung jawab atas kehidupan karyawan

dengan memberikan kompensasi yang salah

satunya berupa pinjaman yang bisa diajukan karyawan.

 

  1. Jangka Waktu

Selanjutnya setiap karyawan yang melakukan pinjaman harua memberikan keterangan yang jelas tentang berapa lama pengembalian pinjaman tersebut dilaksanakan.

 

  1. Batas Maksimal Pinjaman

Batas pinjaman yang diterapkan mengacu pada jabatan dan gaji sehingga tetap dapat dikembalikan

tepat waktu serta tidak memberatkan karyawan yang melakukan pinjaman.

 

  1. Surat Perjanjian Pinjaman

Dalam peminjaman diperlukan dokumen khusus yang mencantumkan kesepakatan pinjaman antara

perusahaan dan karyawan.Hal ini berguna supaya terdapat keterangan yang dapat dibuktikan(jelas) mengenai semua yang disepakati dalam perjanjian peminjaman(jangka waktu pengembalian,jumlah pinjaman dan keterangan setuju mengenai aturan yang berlaku).

Comments are closed.